同步至最新元数据

This commit is contained in:
fanbook-wangdage
2025-12-22 20:48:16 +08:00
parent 3f71a9826b
commit 0ad1affa5d
1865 changed files with 73124 additions and 20914 deletions

View File

@@ -821,7 +821,8 @@
20
]
}
]
],
"Display": 1
},
"Id": 1192101,
"Name": "Light for the Frosty Night",
@@ -843,7 +844,8 @@
0.2
]
}
]
],
"Display": 1
},
"Id": 1192201,
"Name": "Cleansing for the Spring",
@@ -1269,7 +1271,7 @@
},
{
"Title": "Moon Wheel",
"Context": "Lauma sangat berterima kasih atas keberadaan Moon Wheel, juga sangat senang bisa memilikinya. Tapi kalau mau jujur, benda ini membuatnya bingung, karena dia tidak ingat bagaimana dia mendapatkannya.\nNenek Sarakka bilang kalau Moon Wheel miliknya terjatuh dari selimut bayinya. Meskipun ingatan orangtuanya agak kabur karena terlalu bahagia dengan kelahiran anak baru, mereka berhasil mengonfirmasi pernyataan itu.\nJika dia menceritakan masalahnya kepada orang lain, mereka pasti akan kebingungan: memiliki Moon Wheel sejak lahir, hal yang bagus dong? Kok malah jadi khawatir?\nSepertinya selain dirinya sendiri, tidak ada yang menganggap kemunculan Moon Wheel di samping seorang bayi sebagai masalah: \"Kalau Pelantun Rembulan sih, keajaiban apa pun bisa terjadi pada dirinya, wajar.\"\nLauma tidak bisa membela diri. Mencari tahu asal-usul sesuatu adalah hal yang sangat wajar dan sesuai dengan rasa ingin tahu manusia! Tapi meski sudah membongkar seluruh perpustakaan, dia tetap tidak bisa menemukan jawaban yang memuaskannya.\nDia terus memikirkan pertanyaan ini, sampai-sampai saat bertemu dengan Gadis Bulan di kemudian hari, dia tidak bisa menahan diri untuk menanyakan hal tersebut.\nJawaban Kuutar sangat sederhana: \"Oh?\"\n... Oleh karena itu, penjelasan yang paling mendekati berasal dari \"Hyperborea\". Negeri Emas memiliki sejarah yang panjang, dapat ditelusuri hingga masa ketika tiga bulan muncul di langit. Mereka belajar memanfaatkan pasang surut bulan untuk menggerakkan sihir, namun akibatnya, mereka juga terpengaruh oleh pasang surut bulan, beberapa dari mereka memiliki mahkota tanduk seperti rusa yang tumbuh di kepala mereka.\nNamun pada saat itu, apakah Moon Wheel sudah ada di dunia ini?\nLauma mengerutkan dahi sambil berpikir, sepertinya dia berbicara sendiri tanpa sadar, hingga seorang anak yang lewat bertanya dengan lantang: \"Nona Lauma, tanduk di kepalamu jadi panjang begitu karena Moon Wheel ya?\"\nLauma mengerutkan dahinya lebih dalam: \"Hmm ... sepertinya ... maaf, aku tidak tahu.\"\nMembuat anak kecil kecewa pasti bukan hal yang diharapkan Lauma, tapi yang mengejutkannya adalah, anak kecil itu sepertinya tidak merasa sedih meskipun pertanyaannya tidak terjawab.\n\"Oh!\" dia tiba-tiba mengerti, \"Jangan-jangan Kak Lauma mendapatkan Moon Wheel karena tanduk Kakak yang paling panjang ya?\"\nUntuk sesaat, dari lubuk hatinya yang terdalam, Lauma ingin sekali menerima jawaban itu. Betapa sempurnanya, hubungan awal-akhir dan sebaliknya ini, seolah bisa menjelaskan (menutupi) banyak hal.\nNamun dia segera menghentikan dirinya sendiri supaya tidak terjebak dalam perangkap kebohongan.\nAtau mungkin inilah fungsi dari Moon Wheel, sebagai simbol kewaspadaan, batasan, dan tanggung jawabnya.\nLalu dia menggenggam Moon Wheel di telapak tangannya, Moon Wheel yang membuatnya bingung. Dia lalu membacakan ketiga pantangan sekali lagi dalam hati."
"Context": "Lauma sangat berterima kasih atas keberadaan Moon Wheel, juga sangat senang bisa memilikinya. Tapi kalau mau jujur, benda ini membuatnya bingung, karena dia tidak ingat bagaimana dia mendapatkannya.\nNenek Sarakka bilang kalau Moon Wheel miliknya terjatuh dari selimut bayinya. Meskipun ingatan orang tuanya agak kabur karena terlalu bahagia dengan kelahiran anak baru, mereka berhasil mengonfirmasi pernyataan itu.\nJika dia menceritakan masalahnya kepada orang lain, mereka pasti akan kebingungan: memiliki Moon Wheel sejak lahir, hal yang bagus dong? Kok malah jadi khawatir?\nSepertinya selain dirinya sendiri, tidak ada yang menganggap kemunculan Moon Wheel di samping seorang bayi sebagai masalah: \"Kalau Pelantun Rembulan sih, keajaiban apa pun bisa terjadi pada dirinya, wajar.\"\nLauma tidak bisa membela diri. Mencari tahu asal-usul sesuatu adalah hal yang sangat wajar dan sesuai dengan rasa ingin tahu manusia! Tapi meski sudah membongkar seluruh perpustakaan, dia tetap tidak bisa menemukan jawaban yang memuaskannya.\nDia terus memikirkan pertanyaan ini, sampai-sampai saat bertemu dengan Gadis Bulan di kemudian hari, dia tidak bisa menahan diri untuk menanyakan hal tersebut.\nJawaban Kuutar sangat sederhana: \"Oh?\"\n... Oleh karena itu, penjelasan yang paling mendekati berasal dari \"Hyperborea\". Negeri Emas memiliki sejarah yang panjang, dapat ditelusuri hingga masa ketika tiga bulan muncul di langit. Mereka belajar memanfaatkan pasang surut bulan untuk menggerakkan sihir, namun akibatnya, mereka juga terpengaruh oleh pasang surut bulan, beberapa dari mereka memiliki mahkota tanduk seperti rusa yang tumbuh di kepala mereka.\nNamun pada saat itu, apakah Moon Wheel sudah ada di dunia ini?\nLauma mengerutkan dahi sambil berpikir, sepertinya dia berbicara sendiri tanpa sadar, hingga seorang anak yang lewat bertanya dengan lantang: \"Nona Lauma, tanduk di kepalamu jadi panjang begitu karena Moon Wheel ya?\"\nLauma mengerutkan dahinya lebih dalam: \"Hmm ... sepertinya ... maaf, aku tidak tahu.\"\nMembuat anak kecil kecewa pasti bukan hal yang diharapkan Lauma, tapi yang mengejutkannya adalah, anak kecil itu sepertinya tidak merasa sedih meskipun pertanyaannya tidak terjawab.\n\"Oh!\" dia tiba-tiba mengerti, \"Jangan-jangan Kak Lauma mendapatkan Moon Wheel karena tanduk Kakak yang paling panjang ya?\"\nUntuk sesaat, dari lubuk hatinya yang terdalam, Lauma ingin sekali menerima jawaban itu. Betapa sempurnanya, hubungan awal-akhir dan sebaliknya ini, seolah bisa menjelaskan (menutupi) banyak hal.\nNamun dia segera menghentikan dirinya sendiri supaya tidak terjebak dalam perangkap kebohongan.\nAtau mungkin inilah fungsi dari Moon Wheel, sebagai simbol kewaspadaan, batasan, dan tanggung jawabnya.\nLalu dia menggenggam Moon Wheel di telapak tangannya, Moon Wheel yang membuatnya bingung. Dia lalu membacakan ketiga pantangan sekali lagi dalam hati."
}
]
},