mirror of
https://github.com/wangdage12/Snap.Metadata.git
synced 2026-06-14 16:14:52 +08:00
完成6.5角色元数据
This commit is contained in:
@@ -1288,8 +1288,8 @@
|
||||
"Context": "Furina pernah membaca buku tidak populer koleksi perpustakaan Fontaine. Tokoh utamanya adalah pelayan di sebuah rumah mewah. Crabaletta yang muda dan idealis, membaca iklan di surat kabar dan melamar kerja di rumah mewah terpencil di pegunungan. Biarpun dia ceroboh, tapi dia akhirnya berhasil diterima di sana.\nSang empunya rumah jarang muncul, dan hartanya dikelola oleh istrinya yang cerewet dan wali yang gila etika. Crabaletta si pelayan hidup senang di rumah itu.\nMereka sudah lama sekali tidak mengunjungi kota. Si pelayan mengajari mereka lagu-lagu terbaru dan permainan-permainan terkini. Hubungan semuanya menjadi semakin akrab.\nHanya ada satu aturan di rumah itu: tidak ada yang boleh mendekati pintu kayu besar yang ada di ruang bawah tanah ketiga. Di dalamnya tersimpan rahasia yang hanya diketahui oleh sang empunya rumah.\nSi pelayan penasaran, tapi dia lebih condong kepada hidupnya yang damai dan senang di sana. Waktu berlalu, dan pada suatu hari, sang wali mengatakan bahwa Tuan mereka akan berkunjung. Para pelayan pun menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Tuan mereka.\nPerjamuan itu layaknya perayaan, tawa dan canda memenuhi rumah itu ... hingga hari kedua, ketika Tuan mereka tak kunjung turun, dan si pelayan mendapati dirinya sudah menjadi mayat.\nPihak Garde percaya bahwa pelakunya ada di antara para pelayan, tapi Crabaletta yakin bahwa kematian Tuannya ada hubungan dengan rahasia rumah yang tersembunyi di balik pintu terlarang. Dia pun memutuskan untuk membukanya.\nBetapa terkejutnya dia ketika mendapati bahwa yang ada di balik pintu itu adalah aula utama, dan sang nyonya rumah yang berdiri di tangga utama. Kata-kata yang keluar dari mulutnya pun sudah pernah didengar oleh Crabaletta sebelumnya:\n\"Ah, kamu yang mau kerja di sini ya? Namamu ... Crabaletta?\"\nFurina termenung ketika membacanya, karena kisah itu begitu terngiang dalam ingatannya.\nDia mengagumi kehidupan si pelayan dan rekan-rekannya yang sederhana namun bahagia, juga keberanian si pelayan untuk melanggar pantangan demi mempertahankan kelangsungan hidupnya.\nFurina lalu memimpikan rumah mewah itu. Dalam mimpi, dia menjadi Crabaletta, yang lari ke pintu terlarang itu sambil kehabisan napas, lalu mendorongnya sekali jadi.\nDari baliknya muncul air laut yang menenggelamkan seisi rumah itu, melarutkan semua yang ada di dalamnya ... anggota Garde, nyonya rumah, sang wali, bahkan dirinya sendiri.\nFurina kaget, lalu melihat ke sekelilingnya sambil mengingat lanjutan kisahnya ....\nCrabaletta memanfaatkan pengulangan waktu yang terjadi, dan terus menggunakan pintu itu untuk memecahkan misteri kematian Tuannya, lalu menemukan rahasia rumah itu dan membebaskan semua penghuninya yang terperangkap kutukan kuno.\n\"Terima kasih, Crabaletta.\"\nDia berterima kasih kepada gadis muda yang berani ini, karena upaya membuahkan akhir yang bahagia.\nDan untuk beberapa tokoh di dalam kisah itu, Furina memberinya wujud yang menggemaskan, untuk dapat terus bersama dengannya setiap waktu."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Vision",
|
||||
"Context": "\"Kalau kamu jadi manusia, ingat, jangan ceritakan rahasiamu pada siapa pun. Kamu akan menderita dan kesepian kalau sampai bocor. Nah, risikonya sudah tahu kan, sekarang? Yakin masih mau?\"\nDrama musikal \"Kisah Putri Oceanid\" yang nyaris lenyap tanpa pernah dipentaskan akhirnya mendapat kesempatan emas untuk tampil di Opera Epiclese dan meraih kesuksesan.\nFurina, yang menggantikan pemeran utama wanitanya, berperan sebagai Clio, yang mengorbankan dirinya untuk memandu air bersih yang diperlukan manusia agar bisa bertahan hidup.\nMenurut skrip, dia tidak mengambil Vision yang muncul ketika tubuhnya akan menghilang, membiarkan benda itu jatuh ke dasar laut yang gelap.\nTapi ketika pertunjukan, Vision yang asli muncul di hadapan Furina.\nVision adalah benda yang muncul untuk meresponi keinginan serta ambisi terkuat manusia, tapi yang satu ini lebih cocok disebut hadiah untuk perbuatannya di masa lalu.\nFurina menyentuhnya, cahaya Vision seperti melingkupi hatinya yang kembali penuh karena pertunjukan ini.\nPanggung mengingatkannya kepada rasa sakit di masa lalu, sampai dia kepahitan dan tidak mau lagi naik ke atasnya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dialah satu-satunya yang paling paham kemuliaan dan terang yang ada di atas panggung. Dia mampu memberikan dukungan serta bimbingan bagi mereka yang mengejar impiannya.\nPertanyaan mengenai ke mana dia harus berjalan setelah ini, yang telah menghantuinya selama sekian lama, akhirnya diketahui juga jawabannya.\nPergi melihat dunia, dan membuat pertunjukan terbaik tanpa perlu naik ke atas panggung.\nTidak lagi terbatas pada drama musikal. Asal bisa ditampilkan, Furina bersedia berkolaborasi di balik layar.\nMungkin perlu diketahui bahwa biarpun dirinya terlihat tenang ketika menerima Vision, bahkan masih sempat membual ringan, Furina sebenarnya bersemangat dan langsung pergi untuk membuat perhitungan dengan salah satu \"Legenda Lokal\" yang pernah tak sengaja dibuat marah olehnya ... pilihan buruk, karena dia langsung kalah memalukan.\nSekembalinya dari kegagalan itu, dia tidak terima dan mulai mempelajari seluk-beluk Vision miliknya sepanjang malam ... hingga gedung tempat tinggalnya terendam banjir dadakan.\nSetelah semuanya dibersihkan, dia dapat peringatan dari pengelola apartemen.\n\"Tidak boleh bawa peliharaan apa pun ke dalam gedung ini ... mau dipanggil Tuan atau Yang Mulia atau apa pun juga, tidak boleh.\""
|
||||
"Title": "???",
|
||||
"Context": ""
|
||||
}
|
||||
]
|
||||
},
|
||||
|
||||
Reference in New Issue
Block a user