完成6.5角色元数据

This commit is contained in:
Ddggdd135
2026-04-30 20:15:33 +08:00
parent 0244bcbf65
commit 8076a87d9a
765 changed files with 18927 additions and 2516 deletions

View File

@@ -1031,7 +1031,7 @@
},
{
"Title": "Tentang Yaoyao",
"Context": "Dia murid Streetward Rambler, kalau tidak salah. Sebagai manusia fana, dia punya kekuatan dan semangat yang patut dipuji. Cloud Retainer juga sudah punya beberapa murid, kan? Hmm ... Memang bagus punya penerus. Aku heran kenapa aku tidak pernah mendengar Mountain Shaper atau Moon Carver berminat juga untuk menerima murid ... Apa belum ada kandidat yang cocok? Atau mereka keseringan kelayapan sampai malas memikirkan hal-hal demikian? Memang sih ... Bukan Adeptus namanya kalau tidak misterius ...."
"Context": "Harusnya dia murid Streetward Rambler, kan? Kalau aku tidak salah ... Dia punya kekuatan dan jiwa yang luar biasa, meskipun bertubuh manusia fana. Cloud Retainer juga sudah terima beberapa murid deh, setahuku ... Hmm ... Bagus sih kalau ada yang mewarisi, tapi kok aku tidak pernah dengar Mountain Shaper dan Moon Carver tertarik menerima murid ya? Atau mungkin, mereka belum dapat murid yang cocok? Atau ... hari biasa terlalu sibuk bermain sampai-sampai tidak punya waktu untuk pikirkan ini? Duh ... Semua Adeptus di Liyue benar-benar punya keajaibannya sendiri ...."
},
{
"Title": "Tentang Lan Yan",
@@ -1229,7 +1229,7 @@
},
{
"Title": "Kisah Karakter 4",
"Context": "Sosok Adeptus Kuda Putih yang sering muncul dalam legenda Liyue sejatinya adalah Ziqiao, tubuh maut yang terpisah dari diri Zibai.\nDalam kisah yang dituturkan para tetua Desa Qingce, kuda putih yang membantu Archon Geo berperang tak lain adalah dirinya.\n\"Putri Waktu\" dalam kisah masyarakat Lembah Chenyu adalah dirinya.\nSosok yang dikenal sebagai \"Kuda Seladon Bermata Emas\" dalam Pemurnian Tao Dou juga adalah dirinya.\nBahkan Adeptus Kuda Putih yang \"melompati celah waktu lima ratus tahun\" dalam silsilah Klan Lu adalah dirinya.\nSejak masa Perang Archon, Archon Geo telah membebaskannya dari lukisan sutra berjudul \"Zhanzhu si Pelahap Bulan\", dan pada saat itu pula disepakati sebuah perjanjian untuk berperang bersamanya.\nNamun, jejak waktu yang melekat padanya menghadirkan pengaruh yang tak diketahui pada Archon Geo yang kuno itu.\nMaka setelah Perang Archon, Ziqiaomenyadari ancaman yang dibawanyamenyembunyikan diri di pegunungan dan tak pernah lagi menampakkan diri di dunia fana.\nHanya saja, karena tabiatnya yang bebas dan tak terikat, serta kegemarannya memperlihatkan mukjizat, jejak waktu nyaris tak memengaruhinya ... mengingat usia manusia fana tak lebih dari seratus tahun.\nKarena itu, sesekali ia akan menampakkan diri di hadapan para manusia fana yang membutuhkan pertolongan, sembari diam-diam mewariskan kisah tentang masa sebelum langit runtuh dan bumi terbelah.\nNamun, apabila kisah yang dibukukan oleh generasi penerus tidak sejalan dengan keinginannya, ia tak akan memberi lebih dari sekilas pandang.\nBagaimanapun juga, dirinya laksana kuda liar yang berlari bebas di padang luas tak berpenghuni. Tiada satu pun dapat menahan langkahnya yang bebas dan tanpa belenggu.\nIa lahir dari kehancuran Zibai, namun sejak awal tak pernah merasa dirinya harus terkekang pada Zibai atau siapa pun.\nIa selalu siap melompat, dengan bebas dan riang menuju akhir waktu, lalu melebur menjadi serpih debu berkilauan keemasan dalam dentuman berikutnya."
"Context": "Sosok Adeptus Kuda Putih yang sering muncul dalam legenda Liyue sejatinya adalah Zijiao, tubuh maut yang terpisah dari diri Zibai.\nDalam kisah yang dituturkan para tetua Desa Qingce, kuda putih yang membantu Archon Geo berperang tak lain adalah dirinya.\n\"Putri Waktu\" dalam kisah masyarakat Lembah Chenyu adalah dirinya.\nSosok yang dikenal sebagai \"Kuda Seladon Bermata Emas\" dalam Pemurnian Tao Dou juga adalah dirinya.\nBahkan Adeptus Kuda Putih yang \"melompati celah waktu lima ratus tahun\" dalam silsilah Klan Lu adalah dirinya.\nSejak masa Perang Archon, Archon Geo telah membebaskannya dari lukisan sutra berjudul \"Zhanzhu si Pelahap Bulan\", dan pada saat itu pula disepakati sebuah perjanjian untuk berperang bersamanya.\nNamun, jejak waktu yang melekat padanya menghadirkan pengaruh yang tak diketahui pada Archon Geo yang kuno itu.\nMaka setelah Perang Archon, Zijiaomenyadari ancaman yang dibawanyamenyembunyikan diri di pegunungan dan tak pernah lagi menampakkan diri di dunia fana.\nHanya saja, karena tabiatnya yang bebas dan tak terikat, serta kegemarannya memperlihatkan mukjizat, jejak waktu nyaris tak memengaruhinya ... mengingat usia manusia fana tak lebih dari seratus tahun.\nKarena itu, sesekali ia akan menampakkan diri di hadapan para manusia fana yang membutuhkan pertolongan, sembari diam-diam mewariskan kisah tentang masa sebelum langit runtuh dan bumi terbelah.\nNamun, apabila kisah yang dibukukan oleh generasi penerus tidak sejalan dengan keinginannya, ia tak akan memberi lebih dari sekilas pandang.\nBagaimanapun juga, dirinya laksana kuda liar yang berlari bebas di padang luas tak berpenghuni. Tiada satu pun dapat menahan langkahnya yang bebas dan tanpa belenggu.\nIa lahir dari kehancuran Zibai, namun sejak awal tak pernah merasa dirinya harus terkekang pada Zibai atau siapa pun.\nIa selalu siap melompat, dengan bebas dan riang menuju akhir waktu, lalu melebur menjadi serpih debu berkilauan keemasan dalam dentuman berikutnya."
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",