chore: sync from fork

This commit is contained in:
github-actions[bot]
2026-08-15 13:48:22 +00:00
parent ec6c1a2377
commit a90df8126e
2131 changed files with 1975434 additions and 41870 deletions
+8 -1
View File
@@ -261,6 +261,7 @@
"Id": 11301,
"Name": "Capture Protocol",
"Description": "<color=#FFD780FF>Normal Attack</color>\nMelancarkan hingga 3 serangan berturut-turut menggunakan busur.\n\n<color=#FFD780FF>Charged Attack</color>\nMelancarkan sebuah <color=#FFD780FF>Serangan Membidik</color> yang lebih akurat untuk mengakibatkan DMG lebih besar.\nSaat membidik, kristal batu akan berkumpul di ujung anak panah. Setelah terkumpul penuh, anak panah yang diluncurkan akan mengakibatkan <color=#FFE699FF>Geo DMG</color>.\n\n<color=#FFD780FF>Plunging Attack</color>\nMelancarkan hujan panah dari udara dan menerjang tanah dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan DMG Area saat mendarat.",
"SpecialEnergyType": 0,
"Icon": "Skill_A_02"
},
{
@@ -445,6 +446,7 @@
"Id": 11302,
"Name": "Countermeasure: Lumi's Battle Cry!",
"Description": "Bertualanglah bersama Lumi! Lumi akan melancarkan jenis serangan yang berbeda berdasarkan Mode Tekan yang berbeda.\n\n<color=#FFD780FF>Mode Tekan</color>\nLumi akan menyerang musuh di sekitar dalam <color=#FFD780FF>{LINK#N11300001}Super Power Form{/LINK}-nya</color> tanpa henti, mengakibatkan <color=#FFE699FF>Geo DMG Area</color>. Jika ada Moondrift di sekitar, Lumi akan mengakibatkan <color=#FFE699FF>Geo DMG Area</color> yang dianggap sebagai DMG Lunar-Crystallize terhadap musuh di sekitar.\n\n<color=#FFD780FF>Mode Tekan Beruntun</color>\nSaatnya unjuk gigi! Setelah menggunakan Elemental Skill, saat menekan Elemental Skill atau Normal Attack secara terus-menerus, Linnea akan memberi Lumi makan permata-permata yang berkilauan. Lumi yang sudah kenyang akan menyerang dengan <color=#FFD780FF>{LINK#N11300001}Ultimate Power Form{/LINK}-nya</color>, mengakibatkan satu kali <color=#FFE699FF>Geo DMG Area</color> yang sangat kuat dan dianggap sebagai DMG Lunar-Crystallize terhadap musuh di sekitar, kemudian berganti ke <color=#FFD780FF>{LINK#N11300001}Standard Power Form{/LINK}</color>.\nSelain itu, ketahanan Linnea terhadap interupsi akan meningkat saat menekan Elemental Skill terus-menerus.\n\n<i>\"Giliranmu, Lumi!\"</i>",
"SpecialEnergyType": 0,
"Icon": "Skill_S_Linnea_01"
}
],
@@ -660,6 +662,7 @@
"Id": 11305,
"Name": "Memo: Survival Guide in Extreme Conditions",
"Description": "Bahkan petualang paling hebat pun perlu istirahat yang cukup! Linnea memanggil Lumi dalam bentuk <color=#FFD780FF>{LINK#N11300001}Super Power Form{/LINK}</color> untuk menyerang dan memulihkan HP seluruh anggota party di sekitar. Selama beberapa waktu berikutnya, Lumi akan terus memulihkan HP Karakter aktif di sekitarnya. Jumlah pemulihan ini didasarkan pada DEF Linnea.\nJika Lumi sudah menyerang saat Elemental Burst dilancarkan, maka durasi Lumi akan diulang dan Bentuk Serangan Lumi tidak akan berubah.\n\n<i>\"Bagi petualang profesional, aturan nomor satu saat menghadapi situasi yang membahayakan nyawa adalah: lebih baik mundur menyelamatkan diri daripada memaksa membuat penemuan baru!\"</i>",
"SpecialEnergyType": 0,
"Icon": "Skill_E_Linnea_01"
},
"Inherents": [
@@ -682,6 +685,7 @@
"Id": 1302101,
"Name": "Field Observation Notes",
"Description": "Saat Lumi berada di medan pertempuran, <color=#FFE699FF>Geo RES</color> musuh di sekitar Lumi berkurang 15%.\n\n<color=#FFD780FF>Moonsign: Ascendant Gleam</color>: Elemental Skill Linnea <color=#FFD780FF>{LINK#S11302}Countermeasure: Lumi's Battle Cry!{/LINK}</color> dan Elemental Burst Linnea <color=#FFD780FF>{LINK#S11305}Memo: Survival Guide in Extreme Conditions{/LINK}</color> akan diperkuat: Setelah memanggil Lumi ke medan pertempuran, <color=#FFE699FF>Geo RES</color> musuh di sekitar berkurang 15% lagi.",
"SpecialEnergyType": 0,
"Icon": "UI_Talent_S_Linnea_05"
},
{
@@ -702,6 +706,7 @@
"Id": 1302201,
"Name": "Universal Naturalist Archive",
"Description": "Linnea akan meningkatkan Elemental Mastery Karakter tertentu di dalam party berdasarkan Karakter aktif di dalam party. Jumlah peningkatannya adalah sebesar 5% DEF Linnea. Jika Karakter aktif dalam party sendiri adalah:\n·Karakter Moonsign: Meningkatkan Elemental Mastery Karakter ini.\n·Bukan Karakter Moonsign: Meningkatkan Elemental Mastery Linnea sendiri.",
"SpecialEnergyType": 0,
"Icon": "UI_Talent_S_Linnea_06"
},
{
@@ -723,6 +728,7 @@
"Id": 1302301,
"Name": "Moonsign Benediction: Habitat Survey",
"Description": "Saat Karakter dalam party memicu reaksi Hydro Crystallize, reaksi tersebut akan dikonversi menjadi Lunar-Crystallize. Untuk setiap 100 poin DEF Linnea, DMG dasar reaksi Lunar-Crystallize meningkat 0,7%, dengan maksimum 14% peningkatan yang bisa didapatkan dengan cara ini.\n\nSelain itu, saat Linnea ada di dalam party, <color=#FFD780FF>Moonsign</color> party akan meningkat 1 level.",
"SpecialEnergyType": 0,
"Icon": "UI_Talent_S_Linnea_07"
},
{
@@ -743,6 +749,7 @@
"Id": 1302501,
"Name": "Master Adventurer",
"Description": "Saat tidak dalam kondisi bertempur, waktu yang diperlukan untuk melakukan charge <color=#FFD780FF>Mode Membidik</color> Linnea akan berkurang drastis, dan anak panahnya akan dikonversi menjadi <color=#FFD780FF>Ultra Convenient Quick Arrow</color> yang khusus. Tembakan ini akan menghasilkan efek yang berbeda berdasarkan jenis target yang terkena:\n·Hewan tertentu: <color=#FFD780FF>Ultra Convenient Quick Arrow</color> akan dikonversi menjadi \"jaring\" khusus yang dapat menangkap bentuk ajaib hewan kecil dan menggunakannya sebagai media untuk mewujudkan kembali bentuk hewan tersebut. Jumlah \"jaring\" khusus yang dapat digunakan setiap minggu bersifat terbatas.\n·Bijih bebatuan yang dipakai untuk menempa: Linnea akan mengutus Lumi untuk menghancurkan bijih yang ditandai oleh <color=#FFD780FF>Ultra Convenient Quick Arrow</color> dan mengumpulkan bijih yang terjatuh. Jika Lumi tidak ada di medan, maka Linnea akan memanggil Lumi sejenak untuk membantunya mengumpulkan bijih.\n\nDMG yang diakibatkan <color=#FFD780FF>Ultra Convenient Quick Arrow</color> terhadap musuh berkurang menjadi 20% dari DMG Charged Arrow awalnya. Selain itu, setelah menembakkan <color=#FFD780FF>Ultra Convenient Quick Arrow</color> beberapa kali sekaligus dalam waktu singkat, Linnea harus beristirahat sejenak untuk dapat menggunakannya kembali.",
"SpecialEnergyType": 0,
"Icon": "UI_Talent_S_Linnea_08"
}
],
@@ -1127,7 +1134,7 @@
},
{
"Title": "Kisah Karakter 5",
"Context": "Pada awalnya, itu hanyalah sebuah firasat yang samar.\n\"Bu Guru Linnea, kok tahu saya mau bertanya ini?\"\n\"Ahaha ... mungkin karena pengalaman?\" Dia tertawa kikuk, perasaan gelisah berkecamuk dalam hatinya.\nHingga saat dia mengalami mimpi ramalan tersebut untuk pertama kalinya selama Sayembara Duta Jiwa, Linnea akhirnya mengetahui faktanya. Dia berasal dari klan Burung Pertanda, sejenis peri yang dapat meramalkan takdir yang tak dapat diubah.\n\"Kitalah yang membaca pertanda bencana juga bahagia, kitalah yang melihat masa lampau serta masa depan. Dunia takut dan gentar pada kita, sementara kita membenci nasib ini.\"\nDi mata orang lain, ini merupakan talenta yang sangat berharga. Namun, bagi Burung Pertanda itu sendiri, kemampuan ini lebih seperti kutukan.\nYang memberi tahu Linnea tentang fakta ini adalah kakaknya, Celaeno. Selama ini dia sendirian memikul beban ramalan di tundra beku. Melihat Linnea tumbuh dalam lingkungan yang terlindungi dan tanpa beban, rasa sakit yang mendalam muncul di hatinya. Dia percaya bahwa pada akhirnya, saudara perempuannya itu harus membayar harga dari sebuah proses kedewasaan.\nNamun, Linnea tidak tenggelam dalam keputusasaan seperti yang dibayangkan kakaknya. Meskipun merasa takut terhadap masa depan yang sudah diketahui, dia memberikan jawaban yang mengharukan kakaknya.\n\"Garis akhir memang ada di depan sana, tapi jalan menuju ke sana ada banyak.\"\nHidup harus dijalani di setiap momen pada masa kini, bukan hanya dengan menunggu suatu hari di masa depan. Takdir memang tidak dapat diubah, tapi yang juga sama dengan itu adalah cinta dari orang tua kandung, serta ikatan persaudaraan yang telah ditakdirkan.\nSayang, waktu perpisahan datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Keesokan pagi setelah kompetisi berakhir, peluit kapal pulang sudah bergema di dermaga.\nSaat Celaeno hendak naik ke kapal, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa dan teriakan dari belakangnya.\n\"Kak ... tunggu!\"\nSaat itu, yang dilihat Celaeno adalah Linnea. Sayap mungilnya kusut karena berlari panik, sementara setumpuk bungkusan di pelukannya seakan bisa jatuh kapan saja.\n\"Eh? Bukannya kita sudah pamit dan berpisah setelah lombanya beres?\"\n\"Hehe. Kemarin ya kemarin, hari ini aku mau ketemu kamu lagi! Untung masih sempat, ini ... ini ... sama yang ini semuanya kamu bawa ya!\"\nLinnea langsung menyodorkan bungkusan-bungkusan itu ke pelukan Celaeno yang masih kebingungan mencoba memahami situasinya.\n\"Ini buat Papa Mama kita, ini buatmu ... terus yang ini, boleh nitip buat orang tua asuhku dan putrinya?\"\n\"Ini kebanyakan kali?\" Celaeno tertawa geli sambil melihat tumpukan hadiah yang hampir menutupi pandangannya, \"Kamu borong seluruh kota Nasha, ya?\"\n\"Ah, ini sedikit kali!\" Linnea buru-buru membantunya memperbaiki posisi kotak teratas, \"Hadiah buat waktu yang sudah tahunan masa cuma sedikit! Lagian ... kalau kita enggak bisa bareng-bareng, paling tidak biarkan hatiku yang menemanimu pulang.\"\nPeluit kapal kembali berbunyi, menandakan sudah waktunya berpisah.\nSaat sosok Linnea menyusut menjadi titik kecil di pantai, barulah Celaeno mengalihkan pandangannya. Dia meraih surat yang terselip di antara tumpukan berkas. Amplopnya tidak tersegel. Sepertinya pengirimnya agak terburu-buru sampai belum sempat menyegelnya.\n\"Untuk Kakakku sayang,\nBukannya kamu baru saja bilang kalau nanti aku kangen, aku tinggal tulis surat untukmu? Nah, jadi sekarang langsung kutulis deh. Sayang banget waktumu mepet, tadinya aku mau ajak kamu keliling Nod-Krai sampai puas. Misalnya, kita bisa lihat-lihat Nocturnal Blossom ... Aku suka banget bunga ini, bunga ini punya dua warna kelopak, satu warna biru dan satu merah muda, seperti kita jadinya, hehe. Oh iya, sebenarnya aku juga tadinya mau mengajakmu jalan-jalan ke Clink-Clank Krumkake Craftshop, di sana ada banyak benda yang menarik, meskipun kalau dekat tempat itu tubuhku selalu gemetar ... Mana tahu kamu juga bakal kaget seperti aku dulu, kan kita kakak beradik! Aku berharap banget kamu bisa tinggal lebih lama, tapi ya sudah deh, toh kita masih punya banyak waktu lain dan akan terus saling menyertai melewati banyak fase kehidupan. Di lubuk hatimu, namaku tidak mungkin terlewat, kan? Kita berdua adalah anak dari Burung Pertanda, beban ramalan yang terpikul di bahu memang cukup berat, tapi untungnya, mulai hari ini kita bisa saling berbagi beban, ya Kak.\"\nCelaeno melipat surat itu dan mengangkat kepalanya sambil bersandar pada pagar.\nDi atas langit biru, burung-burung laut yang tertarik oleh suara peluit kapal terus terbang tanpa henti."
"Context": "Pada awalnya, itu hanyalah sebuah firasat yang samar.\n\"Bu Guru Linnea, kok tahu saya mau bertanya ini?\"\n\"Ahaha ... mungkin karena pengalaman?\" Dia tertawa kikuk, perasaan gelisah berkecamuk dalam hatinya.\nHingga saat dia mengalami mimpi ramalan tersebut untuk pertama kalinya selama Sayembara Duta Jiwa, Linnea akhirnya mengetahui faktanya. Dia berasal dari klan Burung Pertanda, sejenis peri yang dapat meramalkan takdir yang tak dapat diubah.\n\"Kitalah yang membaca pertanda bencana juga bahagia, kitalah yang melihat masa lampau serta masa depan. Dunia takut dan gentar pada kita, sementara kita membenci nasib ini.\"\nDi mata orang lain, ini merupakan talenta yang sangat berharga. Namun, bagi Burung Pertanda itu sendiri, kemampuan ini lebih seperti kutukan.\nYang memberi tahu Linnea tentang fakta ini adalah kakaknya, Celaeno. Selama ini dia sendirian memikul beban ramalan di tundra beku. Melihat Linnea tumbuh dalam lingkungan yang terlindungi dan tanpa beban, rasa sakit yang mendalam muncul di hatinya. Dia percaya bahwa pada akhirnya, saudara perempuannya itu harus membayar harga dari sebuah proses kedewasaan.\nNamun, Linnea tidak tenggelam dalam keputusasaan seperti yang dibayangkan kakaknya. Meskipun merasa takut terhadap masa depan yang sudah diketahui, dia memberikan jawaban yang mengharukan kakaknya.\n\"Garis akhir memang ada di depan sana, tapi jalan menuju ke sana ada banyak.\"\nHidup harus dijalani di setiap momen pada masa kini, bukan hanya dengan menunggu suatu hari di masa depan. Takdir memang tidak dapat diubah, tapi yang juga sama dengan itu adalah cinta dari orang tua kandung, serta ikatan persaudaraan yang telah ditakdirkan.\nSayang, waktu perpisahan datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Keesokan pagi setelah kompetisi berakhir, peluit kapal pulang sudah bergema di dermaga.\nSaat Celaeno hendak naik ke kapal, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa dan teriakan dari belakangnya.\n\"Kak ... tunggu!\"\nSaat itu, yang dilihat Celaeno adalah Linnea. Sayap mungilnya kusut karena berlari panik, sementara setumpuk bungkusan di pelukannya seakan bisa jatuh kapan saja.\n\"Eh? Bukannya kita sudah pamit dan berpisah setelah lombanya beres?\"\n\"Hehe. Kemarin ya kemarin, hari ini aku mau ketemu kamu lagi! Untung masih sempat, ini ... ini ... sama yang ini semuanya kamu bawa ya!\"\nLinnea langsung menyodorkan bungkusan-bungkusan itu ke pelukan Celaeno yang masih kebingungan mencoba memahami situasinya.\n\"Ini buat Papa Mama kita, ini buatmu ... terus yang ini, boleh nitip buat orang tua asuhku dan putrinya?\"\n\"Ini kebanyakan kali?\" Celaeno tertawa geli sambil melihat tumpukan hadiah yang hampir menutupi pandangannya, \"Kamu borong seluruh kota Nasha, ya?\"\n\"Ah, ini sedikit kali!\" Linnea buru-buru membantunya memperbaiki posisi kotak teratas, \"Hadiah buat waktu yang sudah tahunan masa cuma sedikit! Lagian ... kalau kita enggak bisa bareng-bareng, paling tidak biarkan hatiku yang menemanimu pulang.\"\nPeluit kapal kembali berbunyi, menandakan sudah waktunya berpisah.\nSaat sosok Linnea menyusut menjadi titik kecil di pantai, barulah Celaeno mengalihkan pandangannya. Dia meraih surat yang terselip di antara tumpukan berkas. Amplopnya tidak tersegel. Sepertinya pengirimnya agak terburu-buru sampai belum sempat menutupnya.\n\"Untuk Kakakku sayang,\nBukannya kamu baru saja bilang kalau nanti aku kangen, aku tinggal tulis surat untukmu? Nah, jadi sekarang langsung kutulis deh. Sayang banget waktumu mepet, tadinya aku mau ajak kamu keliling Nod-Krai sampai puas. Misalnya, kita bisa lihat-lihat Nocturnal Blossom ... Aku suka banget bunga ini, bunga ini punya dua warna kelopak, satu warna biru dan satu merah muda, seperti kita jadinya, hehe. Oh iya, sebenarnya aku juga tadinya mau mengajakmu jalan-jalan ke Clink-Clank Krumkake Craftshop, di sana ada banyak benda yang menarik, meskipun kalau dekat tempat itu tubuhku selalu gemetar ... Mana tahu kamu juga bakal kaget seperti aku dulu, kan kita kakak beradik! Aku berharap banget kamu bisa tinggal lebih lama, tapi ya sudah deh, toh kita masih punya banyak waktu lain dan akan terus saling menyertai melewati banyak fase kehidupan. Di lubuk hatimu, namaku tidak mungkin terlewat, kan? Kita berdua adalah anak dari Burung Pertanda, beban ramalan yang terpikul di bahu memang cukup berat, tapi untungnya, mulai hari ini kita bisa saling berbagi beban, ya Kak.\"\nCelaeno melipat surat itu dan mengangkat kepalanya sambil bersandar pada pagar.\nDi atas langit biru, burung-burung laut yang tertarik oleh suara peluit kapal terus terbang tanpa henti."
},
{
"Title": "The Golden Beagle",