mirror of
https://github.com/wangdage12/Snap.Metadata.git
synced 2026-08-01 23:20:53 +08:00
6.6
This commit is contained in:
@@ -924,6 +924,10 @@
|
||||
"Title": "Tentang Mika",
|
||||
"Context": "Aku cukup iri dengan Huffman, dia memiliki adik laki-laki yang perhatian. Mika menangani seluruh pekerjaan di rumah bahkan mengurusnya saat mabuk ... Ah, pasti enak sekali ya bisa bersantai-santai tanpa peduli soal apa pun ... Hmm? Apa maksudmu aku tiap hari juga begitu? Kamu akhir-akhir ini berani juga ya, manis."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Prune",
|
||||
"Context": "Prune kecil ya ... dia selalu suka pinjam buku-buku yang sulit dipahami. Setiap kali aku mendekat sedikit atau tersenyum sama dia, dia langsung meronta-ronta seperti Glaze Medaka. Fufu, lucu sekali. Untung saja aku bukan \"penyihir\" yang dia cari. Kalau tidak, jika dipantau oleh pemburu kecil seserius dia, entah apa yang harus kulakukan~"
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Lisa: I",
|
||||
"Context": "Jadi hari ini kamu mau belajar tentang elemen apa?"
|
||||
|
||||
@@ -873,6 +873,10 @@
|
||||
"Title": "Tentang Dahlia",
|
||||
"Context": "Tahu tidak, banyak ibadah gereja yang mengharuskan minum anggur. Nah, dia jadi kuat sekali sama yang namanya minum. Pertama kali kami kenal tuh waktu aku kalah adu minum sama dia ... yah. Archon Anemo mencintai anggur, jadi amat sangat wajar kalau juru bicaranya juga begitu taat dan penuh pengabdian pada kesukaan Archon-nya. Hehe, kota kami, kota kebebasan. Ini juga adalah salah satu daya tariknya."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Lohen",
|
||||
"Context": "Bocah Lohen itu, sudah cukup lama tidak minta tolong padaku untuk palsukan tanda tangan. Jangan-jangan dia sudah tahu caranya? Yah, dengan kepintarannya sih, tidak heran ... Nanti aku tulisan surat untuknya pakai tulisan tangan Grand Master, kita lihat seberapa jago dia sekarang."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Kaeya: I",
|
||||
"Context": "Gelar sebagai Kapten Kavaleri bukanlah hal yang luar biasa. Ngomong-ngomong, semua kavaleri di kota Mondstadt sudah dibawa pergi oleh Grand Master, jadi tidak ada yang bisa kupimpin ...."
|
||||
|
||||
@@ -923,6 +923,14 @@
|
||||
"Title": "Tentang Durin",
|
||||
"Context": "Hehe, Kakak Durin sekarang tinggal di Mondstadt ... jadi Klee mau main sama dia setiap hari! Klee bakal ajak meledakkan ikan, terus dia bisa menerbangkan Klee tinggi-tinggi buat lemparin Jumpy Dumpty ke ikan-ikan!"
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Lohen",
|
||||
"Context": "Lohen terbaik deh! Terakhir kali Klee ketemu dia, dia kasih Klee banyak banget makanan enak, terus dia cuma minta satu kotak krayon kecil buat gantinya! Kalau dia punya waktu, Klee mau ajarin dia menggambar ... Kita bisa ajak Paman Varka juga!"
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Prune",
|
||||
"Context": "Prune hebat banget! Ibu nulis surat ke Klee, katanya Prune mau punya teman main, tapi dia malu ngomongnya. Makanya Klee putusin buat ajak dia ngebom ikan, atau jalan-jalan ke Dragonspine, atau ke Golden Apple Archipelago, atau, atau, atau ... Simulanka! Dia pasti bakal senang banget!"
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Klee: I",
|
||||
"Context": "Halo! Apa kamu datang buat main sama Klee?"
|
||||
|
||||
@@ -957,6 +957,10 @@
|
||||
"Title": "Tentang Dusky Ming",
|
||||
"Context": "Pada beberapa kali malam hari, aku merasa seperti ada orang yang melakukan senam peregangan bersamaku. Tapi mungkin itu imajinasiku saja yang berlebihan."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Prune",
|
||||
"Context": "Dari luar dia kelihatan kuat ... tapi telapak tangannya lembut sekali. Aku suka dia."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Qiqi: I",
|
||||
"Context": "Sedang ada apa nih?"
|
||||
|
||||
@@ -920,6 +920,10 @@
|
||||
"Title": "Tentang Durin",
|
||||
"Context": "Adikku ini sedang mempelajari berbagai hal baru. Dia cerdas dan sangat filosofis. Terkadang ini membuat kesulitan, tapi tetap tidak mengurangi semangatnya untuk memahami dunia. Kedatangannya, atau mungkin lebih tepatnya, bergabungnya dia dengan keluarga kami , telah memberiku pemahaman baru tentang hubungan antar manusia. Dengan kerabat terdekatku di sekitar, rumah menjadi tempat yang lebih hidup, yang tentunya merupakan hal yang positif."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Prune",
|
||||
"Context": "Dia sering datang temui aku untuk tanya soal \"hakikat keberadaan\", meski diskusi kami biasanya langsung berakhir waktu aku bertanya balik. Meski begitu, aku senang karena dia selalu kembali lagi dengan membawa buku penuh jawaban."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Albedo: I",
|
||||
"Context": "Ada pertanyaan? Silakan. Satu pertanyaan tidak akan makan waktu, ya kan? Penelitianku sudah mau masuk tahap akhir ...."
|
||||
|
||||
@@ -1169,6 +1169,10 @@
|
||||
"Title": "Tentang Yumemizuki Mizuki",
|
||||
"Context": "Youkai ungu aneh itu ... Setiap kali dia tatap aku, aku punya perasaan kalau dia akan telan aku hidup-hidup ... Iiih! Aku tidak sanggup jelek-jelekin dia, kabur saja ah!"
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Prune",
|
||||
"Context": "Dia kasih aku buku besar dan tebal banget, judulnya \"Pengantar Mengenai Nutrisi\". Dia bilang kalau aku mau tambah tinggi, aku juga harus makan makanan bergizi ... Rupanya, tidur terus-terusan itu saja tidak cukup. Tapi aneh ya, ... padahal dia tahu semua, tinggi kami berdua cuma beda tipis. Entahlah, mungkin dia cuma tidak mau tambah tinggi?"
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Sayu: I",
|
||||
"Context": "*hosh* *hosh*"
|
||||
|
||||
@@ -1194,5 +1194,11 @@
|
||||
"Description": "Style kartu nama.\nMasa lalu bersembunyi di dunia yang sangat fana, salju tipis tertinggal pada keinginan bunga yang mengalir.",
|
||||
"Icon": "UI_NameCardIcon_Wanderer",
|
||||
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Wanderer"
|
||||
},
|
||||
"TraceEffect": {
|
||||
"Id": 215020,
|
||||
"Name": "Echo: Eons Adrift",
|
||||
"Description": "Envisaged Echoes Wanderer. \"Seperti angin berembus, dia hidup di dunia ini, dan berjalan di atasnya.\"",
|
||||
"Icon": "UI_TraceEffectIcon_Wanderer"
|
||||
}
|
||||
}
|
||||
@@ -983,6 +983,10 @@
|
||||
"Title": "Tentang Xianyun",
|
||||
"Context": "Waktu pergi ke tempat Master tempo hari, aku lihat Master lagi mengobrol sama seorang kakak yang terlihat anggun sekali. Dia bilang namanya \"Xianyun\", tapi aku enggak semudah itu dibodohi! Sekali lihat juga langsung ketahuan kalau dia itu Tante Cloud Retainer! Soalnya Master kelihatan senang banget, masa sih bisa kayak gitu sama orang tak dikenal? Pasti itu teman lamanya!"
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Prune",
|
||||
"Context": "Suatu kali, aku lihat Prune ketiduran waktu lagi baca buku di bawah pohon. Keningnya berkerut, kayak lagi berdebat sama seseorang dalam mimpinya. Guru pernah bilang kalau semua orang punya kelemahan yang tidak ingin diperlihatkan sama orang lain. Sebagai teman, aku rasa aku harus pinjamkan bahuku untuk jadi sandarannya, jadi aku duduk di sebelahnya. Kayaknya dia jadi tidur lebih nyenyak setelah itu."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Yaoyao: I",
|
||||
"Context": "Tempat asalku? Ah, orang tuaku hidup menyendiri di pegunungan ... Uh, berarti aku termasuk orang asal Desa Qingce kali ya?"
|
||||
|
||||
@@ -997,6 +997,10 @@
|
||||
"Title": "Tentang Albedo",
|
||||
"Context": "Kapten Alkemis itu baik sekali terhadap saya. Dia bantu saya membuat semua peralatan survei yang akan dipakai di lapangan. Saya bahkan punya pena yang dia berikan, penanya bisa berfungsi meski saya sedang bergantung terbalik di atas pohon. Tapi sepertinya membuat gambar seni sedikit berbeda daripada menggambar peta deh. Saya pernah coba untuk menggambar area target sebagai informasi tambahan. Tapi saya dengar, Kapten Albedo jadi terdiam lama sekali setelah dia melihat gambar itu ...."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Lohen",
|
||||
"Context": "Lihat Lohen? Aku baru sadar kalau buku catatan kami tertukar, aku tidak tahu dia pergi ke mana. *huff* Aku yakin dia pasti melawan monster-monster sendirian, padahal sudah aku peringatkan. Kalau aku kapten, mungkin dia bisa dengarkan aku ... Tapi, mungkin tidak juga sih ...."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Mika: I",
|
||||
"Context": "Hmm? Kamu mau tahu lebih banyak tentang saya? Yah, saya itu cuma orang biasa saja. Jadi saya tidak punya cerita menarik ... Mungkin yang bisa saya ceritakan itu ya pengalaman saya saja. Mau dengar?"
|
||||
|
||||
@@ -1200,5 +1200,11 @@
|
||||
"Description": "Style Kartu Nama.\nMawar bisa mekar, payung Nona Navia bisa dibuka. Tapi berhati-hatilah, karena mawar itu berduri, dan payung Nona Navia itu bisa menembakkan peluru yang kuat.",
|
||||
"Icon": "UI_NameCardIcon_Navia",
|
||||
"PicturePrefix": "UI_NameCardPic_Navia"
|
||||
},
|
||||
"TraceEffect": {
|
||||
"Id": 215021,
|
||||
"Name": "Echo: Helm of the Radiant Rose",
|
||||
"Description": "Envisaged Echoes Navia. \"Optimisme buta tak akan membuahkan hasil, kehidupan yang bahagia harus diperjuangkan dengan tangan sendiri!\"",
|
||||
"Icon": "UI_TraceEffectIcon_Navia"
|
||||
}
|
||||
}
|
||||
@@ -883,6 +883,10 @@
|
||||
"Title": "Tentang Linnea",
|
||||
"Context": "Ooh, Linnea? Aku senang banget sama dia! Waktu kecil, dia sering ceritain kisah-kisah seru pas pulang dari jalan-jalan. Pas aku sudah lebih gede dikit, dan sudah bisa bikin robot, aku mau hadiahin satu buat dia ... tapi dia enggak pernah terima. Katanya \"makasih niatnya, itu saja cukup kok\", tapi aku pikir dia nolak karena kurang sreg sama gayanya. Jadi aku bakal bikinin terus sampai ketemu yang dia suka! Pasti bisa!"
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Tentang Prune",
|
||||
"Context": "Aku senang sekali tiap kali ketemu dia! Tiap kali datang buat main, dia bakal kasih aku makanan manis yang dikasih Ineffa ke dia. Asal Ineffa tidak sadar, aku bisa makan dua kali lipat! *huff* ... Prune bakal main ke sini lagi tidak ya. Soalnya sekarang dia tinggal di Mondstadt, kan? Tidak banyak teman yang benar-benar mau dengerin kalau aku lagi ngomongin soal mesin ...."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Mengenal Aino: I",
|
||||
"Context": "Mau tahu lebih banyak soal aku? Boleh dong! Tukeran ya, aku cerita, kamu juga cerita. Oke?"
|
||||
|
||||
File diff suppressed because one or more lines are too long
@@ -697,7 +697,7 @@
|
||||
]
|
||||
}
|
||||
],
|
||||
"Display": 0
|
||||
"Display": 1
|
||||
},
|
||||
"Id": 1302201,
|
||||
"Name": "Universal Naturalist Archive",
|
||||
@@ -801,6 +801,7 @@
|
||||
"BirthMonth": 5,
|
||||
"BirthDay": 23,
|
||||
"VisionBefore": "Geo",
|
||||
"VisionOverrideLocked": "Moon Wheel",
|
||||
"VisionOverrideUnlocked": "Moon Wheel",
|
||||
"ConstellationBefore": "Alcyon",
|
||||
"CvChinese": "周侗",
|
||||
@@ -1126,7 +1127,7 @@
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "Kisah Karakter 5",
|
||||
"Context": "Pada awalnya hanyalah sebuah firasat yang samar.\n\"Bu Guru Linnea, kok tahu saya mau bertanya ini?\"\n\"Ahaha ... mungkin karena pengalaman?\" Dia tertawa kikuk, perasaan gelisah berkecamuk dalam hatinya.\nHingga saat dia mengalami mimpi ramalan tersebut untuk pertama kalinya selama Sayembara Duta Jiwa, Linnea akhirnya mengetahui faktanya. Dia berasal dari klan Burung Pertanda, sejenis peri yang dapat meramalkan takdir yang tak dapat diubah.\n\"Kitalah yang membaca pertanda bencana juga bahagia, kitalah yang melihat masa lampau serta masa depan. Dunia takut dan gentar pada kita, sementara kita membenci keberadaan ini.\"\nDi mata orang lain, ini merupakan talenta yang sangat berharga. Namun, bagi Burung Pertanda itu sendiri, kemampuan ini lebih seperti kutukan.\nYang memberi tahu Linnea tentang fakta ini adalah kakaknya, Celaeno. Selama ini dia sendirian menanggung ramalan di tundra beku. Melihat Linnea tumbuh dalam lingkungan yang terlindungi dan tanpa beban, rasa sakit yang mendalam muncul di hatinya. Dia percaya bahwa pada akhirnya, saudara perempuannya itu harus membayar harga dari sebuah proses kedewasaan.\nNamun, Linnea tidak tenggelam dalam keputusasaan seperti yang dibayangkan kakaknya. Meskipun merasa takut terhadap masa depan yang sudah diketahui, dia memberikan jawaban yang mengharukan kakaknya.\n\"Garis akhir memang ada di depan sana, tapi jalan menuju ke sana ada banyak.\"\nHidup harus dijalani di setiap momen pada masa kini, bukan hanya dengan menunggu suatu hari di masa depan. Takdir memang tidak dapat diubah, tapi yang juga sama dengan itu adalah cinta dari orang tua kandung, serta ikatan persaudaraan yang telah ditakdirkan.\nSayang, waktu perpisahan datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Keesokan pagi setelah kompetisi berakhir, peluit kapal pulang sudah bergema di dermaga.\nSaat Celaeno hendak naik ke kapal, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa dan teriakan dari belakangnya.\n\"Kak ... tunggu!\"\nKarena berlari kepanikan, sayap kecil di kepala Linnea menjadi berantakan, sementara tumpukan besar bungkusan yang dipegangnya dalam pelukannya tampak hampir jatuh.\n\"Eh? Bukannya kita sudah pamit dan berpisah setelah lombanya beres?\"\n\"Hehe. Kemarin ya kemarin, hari ini aku mau ketemu kamu lagi! Untung masih sempat, ini ... ini ... sama yang ini semuanya kamu bawa ya!\"\nLinnea langsung menyodorkan bungkusan-bungkusan itu ke pelukan Celaeno yang masih paham tidak paham dengan situasinya.\n\"Ini buat Papa Mama kita, ini buatmu ... terus yang ini, boleh nitip buat orang tua asuhku dan putrinya?\"\n\"Ini kebanyakan kali?\" Celaeno tertawa geli sambil melihat tumpukan hadiah yang hampir menutupi pandangannya, \"Kamu mau aku jadi kurir pindahan kota Nasha?\"\n\"Ah, ini sedikit kali!\" Linnea dengan saksama membantunya memperbaiki posisi kotak teratas, \"Hadiah buat waktu yang sudah tahunan masa cuma sedikit! Lagian ... kalau kita enggak bisa bareng-bareng, paling tidak biarkan hatiku yang menemanimu pulang.\"\nPeluit kapal kembali berbunyi, menandakan sudah waktunya berpisah.\nSaat sosok Linnea menyusut menjadi titik kecil di pantai, barulah Celaeno mengalihkan pandangannya. Dia meraih surat yang terselip di antara tumpukan berkas. Amplopnya masih tidak tersegel. Sepertinya pengirimnya agak terburu-buru sampai belum sempat menyegelnya.\n\"Untuk Kakakku sayang,\nBukannya kamu baru saja bilang kalau nanti aku kangen, aku tinggal tulis surat untukmu? Nah, jadi sekarang langsung kutulis deh. Sayang banget waktumu mepet, tadinya aku mau ajak kamu keliling Nod-Krai sampai puas. Misalnya, kita bisa lihat-lihat Nocturnal Blossom ... Aku suka banget bunga ini, bunga ini punya dua warna kelopak, satu warna biru dan satu merah muda, seperti kita jadinya, hehe. Oh iya, sebenarnya aku juga tadinya mau mengajakmu jalan-jalan ke Clink-Clank Krumkake Craftshop, di sana ada banyak benda yang menarik, meskipun kalau dekat tempat itu tubuhku selalu gemetar ... Siapa tahu kalau kamu sampai di sana, kamu juga bakal kaget seperti aku dulu, kan kita kakak beradik! Aku berharap banget kamu bisa tinggal lebih lama, tapi ya sudah deh, toh kita masih punya banyak waktu lain dan akan terus saling menyertai melewati banyak fase kehidupan. Di lubuk hatimu, namaku tidak mungkin terlewat, kan? Kita berdua adalah anak dari Burung Pertanda, beban ramalan yang terpikul di bahu memang cukup berat, tapi untungnya, mulai hari ini kita bisa saling berbagi beban, ya Kak.\"\nCelaeno melipat surat itu dan mengangkat kepalanya sambil bersandar pada pagar.\nDi atas langit biru, burung-burung laut yang tertarik oleh suara peluit kapal terus terbang tanpa henti."
|
||||
"Context": "Pada awalnya, itu hanyalah sebuah firasat yang samar.\n\"Bu Guru Linnea, kok tahu saya mau bertanya ini?\"\n\"Ahaha ... mungkin karena pengalaman?\" Dia tertawa kikuk, perasaan gelisah berkecamuk dalam hatinya.\nHingga saat dia mengalami mimpi ramalan tersebut untuk pertama kalinya selama Sayembara Duta Jiwa, Linnea akhirnya mengetahui faktanya. Dia berasal dari klan Burung Pertanda, sejenis peri yang dapat meramalkan takdir yang tak dapat diubah.\n\"Kitalah yang membaca pertanda bencana juga bahagia, kitalah yang melihat masa lampau serta masa depan. Dunia takut dan gentar pada kita, sementara kita membenci nasib ini.\"\nDi mata orang lain, ini merupakan talenta yang sangat berharga. Namun, bagi Burung Pertanda itu sendiri, kemampuan ini lebih seperti kutukan.\nYang memberi tahu Linnea tentang fakta ini adalah kakaknya, Celaeno. Selama ini dia sendirian memikul beban ramalan di tundra beku. Melihat Linnea tumbuh dalam lingkungan yang terlindungi dan tanpa beban, rasa sakit yang mendalam muncul di hatinya. Dia percaya bahwa pada akhirnya, saudara perempuannya itu harus membayar harga dari sebuah proses kedewasaan.\nNamun, Linnea tidak tenggelam dalam keputusasaan seperti yang dibayangkan kakaknya. Meskipun merasa takut terhadap masa depan yang sudah diketahui, dia memberikan jawaban yang mengharukan kakaknya.\n\"Garis akhir memang ada di depan sana, tapi jalan menuju ke sana ada banyak.\"\nHidup harus dijalani di setiap momen pada masa kini, bukan hanya dengan menunggu suatu hari di masa depan. Takdir memang tidak dapat diubah, tapi yang juga sama dengan itu adalah cinta dari orang tua kandung, serta ikatan persaudaraan yang telah ditakdirkan.\nSayang, waktu perpisahan datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Keesokan pagi setelah kompetisi berakhir, peluit kapal pulang sudah bergema di dermaga.\nSaat Celaeno hendak naik ke kapal, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa dan teriakan dari belakangnya.\n\"Kak ... tunggu!\"\nSaat itu, yang dilihat Celaeno adalah Linnea. Sayap mungilnya kusut karena berlari panik, sementara setumpuk bungkusan di pelukannya seakan bisa jatuh kapan saja.\n\"Eh? Bukannya kita sudah pamit dan berpisah setelah lombanya beres?\"\n\"Hehe. Kemarin ya kemarin, hari ini aku mau ketemu kamu lagi! Untung masih sempat, ini ... ini ... sama yang ini semuanya kamu bawa ya!\"\nLinnea langsung menyodorkan bungkusan-bungkusan itu ke pelukan Celaeno yang masih kebingungan mencoba memahami situasinya.\n\"Ini buat Papa Mama kita, ini buatmu ... terus yang ini, boleh nitip buat orang tua asuhku dan putrinya?\"\n\"Ini kebanyakan kali?\" Celaeno tertawa geli sambil melihat tumpukan hadiah yang hampir menutupi pandangannya, \"Kamu borong seluruh kota Nasha, ya?\"\n\"Ah, ini sedikit kali!\" Linnea buru-buru membantunya memperbaiki posisi kotak teratas, \"Hadiah buat waktu yang sudah tahunan masa cuma sedikit! Lagian ... kalau kita enggak bisa bareng-bareng, paling tidak biarkan hatiku yang menemanimu pulang.\"\nPeluit kapal kembali berbunyi, menandakan sudah waktunya berpisah.\nSaat sosok Linnea menyusut menjadi titik kecil di pantai, barulah Celaeno mengalihkan pandangannya. Dia meraih surat yang terselip di antara tumpukan berkas. Amplopnya tidak tersegel. Sepertinya pengirimnya agak terburu-buru sampai belum sempat menyegelnya.\n\"Untuk Kakakku sayang,\nBukannya kamu baru saja bilang kalau nanti aku kangen, aku tinggal tulis surat untukmu? Nah, jadi sekarang langsung kutulis deh. Sayang banget waktumu mepet, tadinya aku mau ajak kamu keliling Nod-Krai sampai puas. Misalnya, kita bisa lihat-lihat Nocturnal Blossom ... Aku suka banget bunga ini, bunga ini punya dua warna kelopak, satu warna biru dan satu merah muda, seperti kita jadinya, hehe. Oh iya, sebenarnya aku juga tadinya mau mengajakmu jalan-jalan ke Clink-Clank Krumkake Craftshop, di sana ada banyak benda yang menarik, meskipun kalau dekat tempat itu tubuhku selalu gemetar ... Mana tahu kamu juga bakal kaget seperti aku dulu, kan kita kakak beradik! Aku berharap banget kamu bisa tinggal lebih lama, tapi ya sudah deh, toh kita masih punya banyak waktu lain dan akan terus saling menyertai melewati banyak fase kehidupan. Di lubuk hatimu, namaku tidak mungkin terlewat, kan? Kita berdua adalah anak dari Burung Pertanda, beban ramalan yang terpikul di bahu memang cukup berat, tapi untungnya, mulai hari ini kita bisa saling berbagi beban, ya Kak.\"\nCelaeno melipat surat itu dan mengangkat kepalanya sambil bersandar pada pagar.\nDi atas langit biru, burung-burung laut yang tertarik oleh suara peluit kapal terus terbang tanpa henti."
|
||||
},
|
||||
{
|
||||
"Title": "The Golden Beagle",
|
||||
|
||||
File diff suppressed because one or more lines are too long
File diff suppressed because one or more lines are too long
Reference in New Issue
Block a user